Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran perempuan khususnya calon pendidik anak usia dini mengalami transformasi yang sangat signifikan. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berdaya saing, serta berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) memiliki program studi PGPAUD di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). PGPAUD FKIP Univet Bantara memiliki visi keilmuan “Mengimplementasikan Prodi PGPAUD yang relevan dengan IPTEKS serta Edupreneur berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai kejuangan”. Sembari membuka Workshop, Kaprodi PGPAUD, Vivi Sufiati, M.Pd. mengemukakan visi keilmuan ini akan melahirkan “Kartini masa kini”, representasi ideal dari sosok perempuan cerdas, tangguh, dan inspiratif di bidang pendidikan. Visi ini diwujudkan dengan Workshop Peringatan Hari Kartini dengan tema “Penguatan Literasi Digital melalui Media Interaktif dan Implementasi Pembelajaran Ekoliterasi Berbasis Budaya Lokal Sukoharjo.”

Adaptasi dengan Kemajuan IPTEKS
Kartini masa kini adalah mereka yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS). Mahasiswa PGPAUD dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, serta menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan anak usia dini. Penguasaan IPTEKS bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang kreatif dan menyenangkan. Dengan literasi digital yang baik, calon guru PAUD dapat mengembangkan media pembelajaran interaktif, melakukan penelitian sederhana, serta mengikuti perkembangan pedagogi era modern. Hal ini menjadi bekal penting untuk menciptakan generasi anak yang siap menghadapi tantangan masa depan. Ibu Fitria Maharani, M.Pd. memberikan materi workshop “Penggunaan Flipbook Interaktif dalam Pengembangan Self Regulated Learning Anak Usia Dini”. Mahasiswa dibekali ketrampilan literasi digital sehingga menumbuhkan cakap digital, budaya digital, etika digital dan aman digital. Peserta antusias praktik menggunakan sketchmetademolab dan alat flipbook.

Melestarikan Kearifan Lokal.
Di tengah arus modernisasi, pelestarian kearifan lokal menjadi nilai penting yang harus dijaga. PGPAUD memiliki peran strategis dalam mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak dini. Kartini masa kini adalah mereka yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran. Hal ini penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menghargai keberagaman sejak usia dini. Ibu Arip Prehatiningsih, M.Pd menyampaikan materi workshop yang bertema “Implementasi Activity Pembelajaran Ekoliterasi Berbasis Budaya Lokal Sukoharjo”. Mahasiswa bersama-sama praktik membatik dengan teknik celup yang bisa diajarkan juga kepada anak usia dini.
Menumbuhkan Jiwa Edupreneur
Selain kompetensi akademik, mahasiswa PGPAUD juga diarahkan untuk memiliki jiwa edupreneur, yaitu kemampuan berwirausaha di bidang pendidikan. Jiwa ini mencerminkan kemandirian, kreativitas, dan keberanian dalam menciptakan peluang. Kartini masa kini tidak hanya menjadi pendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis pendidikan, seperti membuka lembaga PAUD, menciptakan alat permainan edukatif (APE), atau mengembangkan program pelatihan anak dan orang tua. Pembuatan produk digital flipbook interaktif dan produk batik merupakan produk bernilai pendidikan yang menumbuhkan jiwa edupreneur.

Menanamkan Nilai Kejuangan
Nilai kejuangan menjadi karakter utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa PGPAUD. Semangat pantang menyerah, tanggung jawab, kerja keras, dan dedikasi adalah cerminan dari perjuangan seorang Kartini masa kini. Dalam dunia pendidikan, tantangan tidak sedikit mulai dari keterbatasan fasilitas hingga dinamika perkembangan anak. Oleh karena itu, calon pendidik harus memiliki mental yang kuat dan komitmen tinggi untuk terus belajar dan berkontribusi. Workshop ditutup dengan kesimpulan materi dari Ibu Warih Anggi Pratiwi, M.Pd. menyampaikan bahwa upaya adaptasi dengan kemajuan digital penggunaan barang sekitar untuk pembelajaran dan sebagai bagian penanaman nilai kejuangan. Nilai kejuangan juga tercermin dalam upaya memperjuangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Mewujudkan visi Prodi PGPAUD sebagai pencetak Kartini masa kini bukanlah hal yang instan, melainkan proses yang berkelanjutan dan terintegrasi. Dengan kesadaran IPTEKS, jiwa edupreneur, kepedulian terhadap kearifan lokal, serta nilai kejuangan yang kuat, mahasiswa PGPAUD diharapkan mampu menjadi agen perubahan di dunia pendidikan.
Kartini masa kini adalah perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dalam bertindak, kreatif dalam berkarya, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Dari ruang-ruang kelas PAUD, mereka akan menanamkan benih-benih masa depan bangsa yang unggul, berkarakter, dan berbudaya.
