Sukoharjo 23 Juni 2026, Program Studi Pendidikan Guru – Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu pada mata kuliah Seni Tari dengan menghadirkan praktisi PAUD, ibu Yasa Griya Sejati, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang seni tari, khususnya penerapan seni tari bagi anak usia dini.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari ibu Vivi Sufiati, M.Pd., selaku Kaprodi, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada mahasiswa PGPAUD FKIP Univet Bantara. Pada sambutannya, beliau berharap kerja sama antara kedua pihak dapat terus berlanjut, termasuk melalui kunjungan akademik ke Institusi tempat narasumber mengajar. Beliau juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar ini secara maksimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Program Studi PGPAUD.

Selanjutnya, ibu Arip Prehatiningsih, M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Seni Tari Anak Usia Dini, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman.
Pada sesi pembukaan, ibu Yasa Griya Sejati, M.Pd., menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa, yaitu:
“Belajarlah dari kemarin, berharaplah untuk hari esok, dan hadapilah setiap hari dengan senyuman serta kebahagiaan. Itulah salah satu kunci untuk terus bertumbuh.”
Pada sesi materi, narasumber memperkenalkan berbagai pengalaman dan aktivitas profesional yang telah dijalani dalam bidang pendidikan anak usia dini. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa seni tari merupakan media untuk mengekspresikan dan menyampaikan perasaan melalui gerakan yang memiliki nilai estetika.
Ibu Yasa Griya Sejati, M.Pd., kemudian memberikan contoh berbagai gerakan tari yang dapat diterapkan pada anak usia dini. Beliau menekankan bahwa gerakan tari untuk anak hendaknya sederhana, mudah diikuti, namun tetap mengandung unsur keindahan dan kreativitas.

Sebagai tindak lanjut pembelajaran, mahasiswa diberikan tugas untuk merancang sebuah sendratari. Mahasiswa diminta menjadikan Tari Kebo Kinul, yaitu salah satu tarian khas Kabupaten Sukoharjo, sebagai bagian dari pembukaan dan penutupan pertunjukan tari anak. Selain itu, mahasiswa juga ditugaskan menyusun naskah dialog atau monolog singkat menggunakan bahasa khas daerah Sukoharjo yang sesuai dengan alur cerita sendratari. Mahasiswa selanjutnya menentukan musik dan lagu pengiring yang akan digunakan dalam pertunjukan.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan berkesenian, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai seni tari sebagai media pembelajaran dan pengembangan karakter bagi anak usia dini.

